Desa Brangkal – Dalam upaya memperkuat peran dan fungsi Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebagai garda terdepan keamanan tingkat lokal, Pemerintah Desa Brangkal menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Satlinmas. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Brangkal selama 2 hari, yaitu Sabtu dan Minggu tanggal 5-6 September 2026, dengan dihadiri oleh seluruh anggota Satlinmas desa, unsur perangkat desa, serta jajaran Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan).
Kepala Desa Brangkal dalam sambutannya menekankan bahwa Satlinmas bukan sekadar penjaga keamanan saat ada acara seremonial semata. Satlinmas dibentuk untuk membantu menjaga ketenteraman, ketertiban umum, penanggulangan bencana, hingga menyukseskan kegiatan sosial kemasyarakatan.
"Melalui pelatihan ini, kita berharap kompetensi dan wawasan anggota Satlinmas semakin meningkat, terutama dalam pendekatan persuasif kepada warga serta respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan lingkungan," ujarnya.
Pelatihan Fisik hingga Kesiapsiagaan Bencana
Untuk memberikan pembekalan yang menyeluruh, pihak panitia menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, antara lain Babinsa (TNI), Bhabinkamtibmas (Polri), serta dari Kasi Trantib Kecamatan Karanganom.
Rangkaian materi dikemas secara edukatif dan aplikatif, meliputi:
- Latihan Kedisiplinan: Pelatihan Baris-Berbaris (PBB) guna memupuk kedisiplinan, kekompakan, dan sikap tegas.
- Keamanan Lingkungan: Strategi pengamanan swakarsa dan teknik penanganan dini konflik warga.
- Mitigasi dan Tanggap Darurat: Simulasi penanganan kebencanaan serta prosedur evakuasi darurat saat bencana alam
- Capacity Building: Kegiatan yang dilakukan untuk menanamkan jiwa corsa, Koordinasi, kekompakan, dan kebersamaan serta strategi memecahkan masalah yang biasa sering dihadapi ketika bertugas di lapangan.
Wujudkan Lingkungan Kondusif
Perwakilan dari Kepolisian Sektor (Polsek) setempat selaku narasumber menambahkan bahwa sinergi dan koordinasi sangat penting. Satlinmas diharapkan aktif membaur dan menjadi motor penggerak sistem keamanan keliling (Siskamling) di tingkat rukun tetangga (RT) maupun rukun warga (RW).
Kegiatan yang ditutup dengan simulasi lapangan ini berjalan dengan lancar dan antusias. Dengan adanya peningkatan kapasitas ini, Pemerintah Desa berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah semakin meningkat, menciptakan rasa aman yang berkelanjutan bagi seluruh warga. (ADH)